Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mengajak seluruh aparat keamanan di Makassar untuk menjaga citra Makassar dalam penanganan aksi penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Eskalasi demonstrasi kemungkinan akan meningkat minggu ini. Untuk itu kami harap pola penanganan yang dilakukan aparat yang bertugas di lapangan harus melakukan pendekatan persuasif dan lebih menyejukkan,”kata Ilham usai memimpin rapat bersama unsur Muspida Kota Makassar di ruang kerjanya, kemarin. Menurut dia, sejauh ini petugas keamanan telah memiliki pengalaman yang banyak dalam menghadapi aksi mahasiswa setiap menggelar demon-strasi. Kepada mahasiswa, Ilham berharap mereka tetap melakukan gerakan yang rapi dan tidak mudah disusupi pihak yang ingin memperkeruh suasana.
“Adik–adik mahasiswa yang menggelar demo di jalan bukanlah musuh atau lawan. Karena itu pendekatannya haruslah sesejuk mungkin demi menghindari anarkisme yang kerap terjadi selama ini,”katanya. Ilham mengatakan pertemuan yang digelar bersama unsur Muspida ini tidak lain untuk menyamakan persepsi soal kebijakan pemerintah kota yang akan segera ditetapkan. “Kita harus saling mengingatkan mahasiswa, bahwa tidak ada masalah yang selesai jika dilakukan dengan sikap anarkistis,”katanya.
Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel ini juga meminta jika ada mahasiswa yang bertindak anarkistis agar ditindak keras dan diproses sesuai ketentuan hukum. Sebab, kata dia,tindakan kekerasan akibat aksi mahasiswa akan berdampak pada citra baik Kota Makassar. Iklim usaha juga akan terganggu jika terjadi kekerasan baik akibat aksi mahasiswa mau pun dari penanganan demonstrasi oleh aparat keamanan. Kabag Personalia Polwiltabes Makassar AKP Mashura mengakui pihaknya akan menjaga suasana kondusif di Kota Makassar meski demonstrasi mahasiswa mulai marak. Dia menjelaskan, pihaknya telah mengerahkan polisi wanita (Polwan ) untuk mengawal mahasiswa yang tengah berdemonstrasi di jalan. “Kami kedepankan Polwan sebagai tim negasiator di lapangan,” ujarnya.